
Sebenarnya ini hanyalah lamunan, yang berisi renungan pribadi saya....
semoga bisa menjadi renungan pula untuk teman-teman semua...
Kalau punya persepsi dan pandangan beda itu lumrah namanya juga manusia, secara fisik yang kelihatan aja kita semua berbeda apalagi masalah pemikiran.....
Namanya juga Indonesia, kita kan Bhineka Tunggal Ika. Mari kita ingat dan hayati kembali semangat Sumpah Pemuda yang bisa menyatukan kita.
Negara Republik Indonesia memang sudah Merdeka, kalau kita lihat kita cermati lagi....
kita dalam penjajahan kembali meski tidak secara yuridis....
Pengelolaan Sumber Daya Alam banyak diprivatisasi dan bahkan dikuasai investor asing.....
Perusahaan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak yang menurut UUD harusnya menjadi milik negara juga sudah mulai diprivatisasi dan dikuasai investor asing.....
Kebijakan-kebijakan dalam hal perekonomian yang tidak terlalu memihak rakyat.... termasuk konversi gas.
Coba bayangkan di pedesaan ibu-ibu dan nenek-nenek yang biasanya memasak dengan bahan bakar kayu dan minyak tanah beralih menggunakan gas, yang menyebabkan ketergantungan terhadap jenis bahan bakar gas. Padahal sebelumnya mereka bisa lebih mandiri. Belum lagi pengetahuan, pengalaman dan kewaspadaan mereka yang rendah mengakibatkan begitu banyak kecelakaan. Tentusaja juga dipengaruhi minimnya sosialisasi yang dilakukan dan juga beredarnya tabung palsu.
Produksi di tingkat Usaha Kecil ataupun Industri Rumah Tangga mengalami lonjakan biaya produksi, bagi yang tidak bisa survive akan gulung tikar tentunya.
Rasa Nasionalisme para pemimpin dan pengambil kebijakan yang tak sekuat para pejuang dan pemimpin pada beberapa puluh tahun yang lalu, sehingga rasa ingin memperjuangkan nasib bangsa dan rakyat indonesia tak segigih para pendahulu.
Rasa Nasionalisme yang semakin luntur dari generasi ke generasi dipengaruhi pula oleh sistem pendidikan, yang diterapkan. Sehingga semakin pudar pula makna semangat Kemerdekaan pada generasi penerus.
Sebenarnya indoktrinasi dalam nasionalisme sangat diperlukan dan tentu saja dengan batasan-batasan tertentu sehingga rasa nasionalisme takkan luntur dari masa ke masa.
Sehingga siapapun pemimpin kita tentu akan memperjuangkan hak-hak rakyat, bukannya malah menguasai untuk dirinya sendiri.
Demikian tentunya harapan kita semua......
Mohon maaf semakin lama kok semakin ngelantur ya....
Sampai jumpa di episode berikutnya.
Salam,
Merdeka!!!!!


